2 Pondok Pesantren di Jawa Tengah yang Harus Kamu Tahu

  1. Al – Muttaqin jepara

almuttaqin-jepara

www.arrahmah.com

Pondok pesantren Al –Muttqin terletak jauh dari pusat perkotaan di Jepara, Jawa Tengah. Namun, untuk menemukan alamat ponpes Al – muttaqin sangatlah mudah. Ponpes ini sudah dikenal oleh warga di kecamatan kedung. Alamat ponpes ini terletak di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Saat ini sekitar ada 750 santri yang berasal dari luar Jawa Jengah, termasuk NTT dan NTB. Usia ponpes Al – muttaqin sudah cukup tua, yang berdiri sejak tahun 1988 dan telah mempunyai izin yang sah sebagai lembaga pendidikan.

Ponpes Al – muttaqin terdiri dari dua jenjang pendidikan, Tadrasah Tsanawiah (MTs) sederajat dengan SMP, dan Madrasah Aliyah (MA) sederajat dengan SMA. Kurikulum pendidikannya juga sangatlah bagus. Popes Al – Muttaqin adalah lebaga pendidikan Islam yang mampu mewujudkan kader mu’alim dan da’I, yamg menguasai tata Bahasa Arab, beraqidah salimah, beribadah shohihah, berakhlaq karimah dan memiliki kesanggupan untuk berperan dalam iqomatuddien.

 

  1. Al – Mu’min (ngeruki)

 FOTO-PONDOK-NGRUKI-DRONE-SATELIT.

ikappim.org

Pondok pesantren Al – mu’min terkenal dengan sebutan pondok ngeruki karena  beralamat di kampong Ngeruki, Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Konon pondok ngeruki  di dirikan oleh 6 orang ustadz ; ust. Abdullah Sungkar, ust. Abu Bakar Ba’asyir, ust. Yoyok Rosywadi, ust. Abdullah baradja, ust. Abdul Qohar, ust. H. Daeng matase dan, ust. Hasan Basri.

Pondok ngeruki berdiri sejak tahun 1974 di lokasinya hingga sekarang  di jalan Gading Kidul 72 A Solo. Yang dulu sebelum di dirikan bermula ada pengajian di masjid Agung Surakarta sehabis dzuhur. Selanjutnya para da’I dan mubaligh mengembangkannya menjadi Madrasah Diniyah. Perkembangan madrasah ini cukup pesat karena punya dukungan dari radio RADIS (Radio Dakwah Islam). Melihat perkembangan yang baik para mubaligh berkeinginan untuk mengasramakan para siswa dalam lembaga pondok pesantren.

Kenyataan realita sosial masyarakat Solo pasca tahun 1965 dan timbulnya berbagai ancaman yang dianggap membahayakan eksistensi Islam serta umatnya pada waktu itu, semakin memotivasi semangat para mubaligh  yang ada di surakarta untuk segera mendirikan pendidikan pondok pesantren. Hal ini juga didasarkan pada pandangan  dan pertimbangan sejarahkarena pesantren pada zaman dulu telah ikuti andil dan berperan yang sangat besar dalam membela, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia .

Akhirnya, pada tanggal 10 Maret 1972 berdirilah Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin di jalan Gading Kidul No 72 A Solo, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam dan Asuhan Yatim Al-Mukmin (YPIA) dengan akte Notaris No. 130 b 1967.

Pada waktu itu jumlah santri yang berada diasramakan sebanyak 30 siswa, dan termasuk didalamnya 10 siswa dari Asuhan YPIA. Adapun para perintis dan pendirinya pada waktu itu adalah konon 6 serangkai yaitu ; Ustadz Abdullah Sungkar , Ustadz Abu Bakar Ba’asyir , Ustadz Abdullah Baraja’ , Ustadz Yoyok Rosywadi , Ustadz H. Abdul Qohar Daeng Matase dan Ustadz Hasan Basri, BA serta para pendukungnya yang lain.

Mengingat perkembangan santri yang sangat pesat dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas pada waktu itu, maka dua tahun berikutnya yaitu tahun 1974 pengurus Yayasan Pendidikan dan Asuhan Yatim/Miskin Al-Mukmin (YPIA) memindahkan lokasi madrasah ke dusun Ngruki kelurahan Cemani kecamatan Grogol kabupaten Sukoharjo dengan menempati tanah KH. Abu Amar . Sejak saat itulah pondok pesantren ini terkenal dengan pondok pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki.

 

Leave a Reply