AKU, KAU DAN DIA.

 

AKU DAN KAU

kita2

Hari itu hari perpulangan, semua santri termasuk aku terlihat girang. Semua santri sibuk dengan rencana perpulangan mereka yang telah mereka rancang sebelumnya, ada yang main ke rumah teman, ada yang jalan – jalan, dan ada yang langsung pulang, dan aku termasuk orang yang langsung pulang.

Hatiku sangatlah girang, aku tak sabar sampai ke rumah cepat, karna aku tak sabar ingin bercakap – cakap dengan seseorang. Seseorang yang menurutku istimewa, entah kenapa hati ini begitu senang tak karuan, “Ya Allah…. aku jatuh cinta”.

Aku tiba di rumah pukul 02.00 siang, aku ambil hp dan aku kirimkan pesan singkat kepada seseorang, “hemm…” pesan yang aku kirim, “iyh… syp yh..??” dia membalas, tapi dia tidak tau siapa orang yang mengirim pesan, “itu loh yg dlu mnta nmr kmu di fb” balasku, “Ooohh… kmu…” dia mulai tau akan aku. “ada apa ..?? “ Tanya dia, “ gpp mau ngobrol jja” jawabku sambil tersenyum, terjadilah perbincangan.

PDKT aku jalani 2 bulan, akhirnya aku beranikan diri untuk mengungkapkan rasa yang aku pendam, tapi dia meminta waktu untuk menjawabnya, lalu aku iya-kan agar dia tidak keberatan.

Liburanpun usai, tapi jawaban belum aku dapatkan. Tapi aku bersabar mungkin dia butuh waktu lama untuk menjawabnya. Di pondok aku tak bisa tenang, selalu memikirkn dia dan sebuah jawaban, aku beranikan diri untuk bertanya lagi melalui akun facebook, sebut saja namanya nita (nama samara). “nita jawaban kamu apa..??” tanyaku, “mmm…. Gmna yah… aku shock, aku takut, aku udah kapok waktu dulu aku pernah pacaran, jadi kita sahabatan aja yah..” jawab dia, “ooh gtu ya udah” aku meng-iya-kan lagi.

Akhirnya Aku mulai tenang, aku mulai bisa fokus belajar, Kamipun menjadi sahabat.

KEHADIRAN DIA

bunga layu

pixabay.com/en/gerbera-flower-spring-nature

Aku sudah cukup lama mengenal dia, dan aku sudah tau tentang dia, tapi aku terpukul dengan berita tentang kehadiran orang ketiga di antara kami berdua. “dia bilang udah shock sama pacaran dan beribu alasan yang ku dapatkan… kenapa gak terus terang … kan lebih nyaman” batinku menggerutuh.

Aku bertanya padanya tentang kebenaran itu, awalnya dia berbohong, tapi setelah ku paksa mengaku dia mengaku dia dan adik kelasku tapi sebaya denganku telah berpacaran. Aku pun marah padanya, “katanya enggak mau pacaran udah kapok… tapi kok sekarang pacaran…??.” Tanyaku, dia menjawab dengan seribu alasan inilah itulah, aku muak dengan semua alasan itu.

sad-674811_960_720Aku tinggalkan dia dan aku relakan semua, aku mulai berfikir ternyata itu hanyalah modus dari seseorang, padahal aku lebih suka kejujuran dari pada kebohongan. Kebohongan hanya bisa menyakiti walaupun kejujuran menyakiti tapi, sakitnya kejujuran hanya sesaat.

Akhirnya ku tinggalkan dia, masih banyak wanita yang lebih darinya, aku lupakan semua kisah yang terjadi antara kami berdua. Namun, semakin aku berusaha melupakanya semakin sulit untuk melupakanya, tapi yang ku lakukan untuk menganggap tak pernah terjadi apa – apa dan tidak berusaha untuk melupakanya.

Semua kisah kehidupan cinta labilku itu akan aku jadikan pelajaran dan tak akan aku ulang, semua kisah itu aku kenang. Yang akan mengingatkanku akan petaka dari pacaran, “ ya allah…. Maafkan hambamu ini… yang telah melanggar perintahmu tentang larangan mendekati zina” hati kecilku menyesal, semoga aku tidak akan terjerumus kepada hal yang sama lagi.

“Dan aku berterima kasih atas kehadiran orang ketiga yang telah memisahkan jarak aku dan dia.”

2 Comments

  1. Gudang Garam Maret 30, 2016
    • ghilad April 6, 2016

Leave a Reply