BALADA SANTRI BADUNG

SEKORS YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR,

nongkrong

nongkrong.com

Masa SMA adalah masa yang penuh dengan warna, ada cinta, suka, duka, persahabatan dan, kebersamaan. Salah pergaulan akan menyebabkan kerusakan pada diri kita, baik kerusakan jasmani maupun rohani.
Waktu itu aku dan teman – teman SMA yang lain terjebak dalam masa kenakala. Tapi, kenakalan kami tak pernah di ketahui oleh ustadz – ustadz, Hingga 2 tahun lebih lamanya.
Setiap siang dan malam kami selalu melakukan kenakalan, dan ini adalah kisah awal kami nakal.
Siang berganti malam, hari bergnti hari, tahun silih berganti, dan penanggung jawab pondokpun bergulir senada dengan bergantinya tahun. Aku sebagai murid yang senior, tak karuan dengan peraturan yang di tetepkan oleh pengurus pondok tahun itu. peraturan yang bisa membuat semua santri setres dan membuat tekanan pada fikirannya. Awalnya aku hanya ingin hiburan semata, karna tekanan yang ada di batinku semakin menjadi – jadi. Hingga akhirnya aku dan kawan kawan,memberontak dan merasa tidak adil dengan peraturan yang di tetapkan. Yang aku fikirkan peraturan itu hanya berlaku bagi santri senior. Awalnya kami hanya berfoya – foya di warug di depan pondok, lalu kami setiap hari kabur entah siang ataupun malam, tak kenal waktu.

maksiat

ketika maksiat menjadi enak.com

Biasanya pada siang hari kami selalu hang out di warung depan pondok, ada yang hanya makan – makan, ada yang ngemil, ada yang menghisap benda berukuran sebesar pensil, dan panjangnya hanya 15 cm, tapi pengaruhnya begitu besar. Meski aku sering berkumpul dengan semoker’s (perokok) tapi ku tak pernah merasakan bagai mana rasanya merokok.
Dan pada malam hari awlnya kami hanya bermain di atas gedung yang belum terpakai, banyak yang kamu kerjakan. Mulai dari ada yang merokok ada yang bermain kartu, ada juga yang bermain hp.
Entak kenapa kami melakukan itu semua, padahal dulu sewaktu aku msaih SMP tak pernah ada yang melakukan hal – hal seperi itu. Walau ada yang melakukan pasti akan ketahuan. Apa mungki karna pada waktu itu kurang perhatian dari seorang guru, yang menjadi orang tua kami sewaktu di pondok. Memang apa sih yang mereka kerjakan? Hingga lupa akan tanggung jawab dan amanahnya.
Karna kondisi ini kami melihat celah yang akhirnya mungantarkan kami ke jalan yang salah. Yang akhirnya jika ada ustadz yang menegur kami kami menggerutuh, dan membangkang. Karna kami merasa benar, dan kami banyak mengetahui kesalahan – kesalahan mereka. Salah siapakah ini? Menurutku kami dan mereka lah yang salah, taka da yang benar dalam hal ini.
Sudah dua tahu kami melakukan itu semua, kenakalan yang sia – sia. Tiba saatnya mengakhiri itu semua. awalny ada santri baru yang masuk, dan kami mulai berhati – hati akan orang itu. Dan pada awalnya kami sedikit percaya, karna dia terlihat seperti yang kami yang nakal. Dan pada waktu itu kebetulan aku sedang membawa hp, dan dia sering meminjam hp ku itu, Dan itu mebuat aku sedikit lega. Setelah dua minggu, apa yang kami takutkan ternyata benar, dia melaporkan tentang itu semua, dan ini akan menjadi pelajaran bagiku agar tidak mudh percaya kepada orang yang baru aku kenal.
Aku dan teman – temanpun di panggil ke kantor dna di Tanya tentang kenakalan kami, dan akhirnya, aku dan teman – temanku di hokum dengan sekors 1 bulan. Itulah pengalaman sekorsku yang pertama dan yang terakhir.
SEPENGGAL KISAH KEHIDUPAN DI SEKORS,

kelam

kelam.com

Hari rabu pagi aku dan teman – teman langsung pergi dari pondok, entah tanggal berapa dan bulan apa aku lupa. Seingat aku, itu sebulan menjelang romadhon. Kerika pulang awalnya aku dan teman – teman bingung antara pulang kerumah atau tidak. Dan akhirnya teman – temanku memutuskan untuk pulang kerumah, jadi yang terssa hanya aku dan 1 orang lagi. Aku dan diya memutuskan untuk pergi ke rumah teman, tapi hanya dua hari saja di sana. Setelah itu akupun pergi ke sebuah warnet, awalnya aku hanya ingin bermain games online, tapi dengan izin allah aku pun dengan tidak sengaja membuka akun facebook saya dan di situ aku menyapa seorang manta ustadzku dulu di pondok yang sekarang sudah keluar.
“Assalamualaikum….” sapaku, “wa ‘alaikum salam…” jawab beliau, nah akupun mulai basa – basi dan bercerita tentang kejadian yang sedang aku alami dan yang telah terjadi. Hingga akhirnya intinya aku menginginkan pekerjaan akarna aku tak ingin pulang, tapi sebelum aku meminta pekerjaan langsung, beliau langsung faham karna kebetulan beliau juga butuh personel untuk membantu beliau di pasar berjualan mie ayam dan es buah.
Setelah satu bulan berlalu, aku meminta izin kepada beliau agar untuk kembali ke pondok karena aka nada ujian nasional dan perpisaahan. Beliapun mengizinkan, aku kembali ke pondok dan menyelesaikan semua persiapan persiapan akhir.
Ujian nasional akan segera datang aku berusaha untuk belajar namun tak bisa. Malam dimana aku kembali kabur dari pondok kembali timbul, dan aku kali ini kabur bersama anak 3smp, karna yang tersisa di pondok hanya kelas tiga SMA maupun SMP, pdadahal besok pagi aku akan menghadapi ujian nasionl, tapi entah kenapa aku tak menghiraukan itu semua. Dan malam – malam abu – abu itu selalu berlalu hingga perpisahan di gelar. Akhirnya aku lulus, aku kembali ke pasar untuk berjualan. Tapi, kali ini ada teman sewaktu smp yang menemaniku, dia memintaku untuk direkomendasikan agar bisa ikut membantu di tempat aku berjualan.
MENGECEWAKAN DAN DIKECEWAKAN,

KECEWA

kecewa.com

Setelah aku rekomendasikan teman aku ketika smp, diapun sudah bisa mulai bekerja, kamipun mulai bekerja sama. Satu dua hari ku lalui, ntah kenapa temanku terlihat kurang bersemangat. Dan akhirnya akupun mulai merasa terbebeni, aku merasa bertanggung jawab dengan hal ini, aku harus bekerja lebih ekstra dari sebelumnya.
Inilah awal aku mulai berfikira negatif tentang dia, karna keseharian dia hanya makan minum dan bersantai dan kurang merespon pelanggan. Tapi aku berusaha agar bisa brfikir positif , karna ia baru saja keluar dari rumah sakit.
Satu dua minggu berlalu, hingga aku pun mulai menggerutu. Aku mulai kecewa akan tingkah temanku itu, api aku tak menghiraukan itu semua.
Aku bekerja tiada henti hingga aku pun sangat kecewa pada temanku itu, dia meminta aku untuk merekomendasikan untuk bekerja di tempat aku bekerja, tapi dia hanya leha – leha. Aku merasa malu kepada ustdazku yang telah menerimaku, dan mempercayakan semua kepadak.
Mungkin ini balasan bagi aku yang sudah banyak mengecewakan sang khaliq, aku jauh dari-Nya, aku lupa akan pemberi rizki, padahal aku telah bannyak diberi rizki oleh sang AR-ROZAQ, aku jarang berintraksi dengan Rabb-ku sendiri, entah dalam bentuk sholat maupun do’a.
“ya Allah… masih layakkah aku hidup di bumi-MU ini padahal aku selalu lupa akan dirimu, ya Rabby…. Apakah layak aku mendapatkan surgamu..?? ya ROHMAN… ya ROHIM… ampuni aku kasihi aku dan berikan hidayah-Mu dan cahaya-Mu agar aku bisa berjalan di jalan-MU”
Itulah sepenggal do’a yang aku lantunkan di suatu malam yang entah aku tergerak untuk sholat dan berdo’a, dan aku mulai berusaha untuk berubah dan berzam akan menjadi seperti dulu yang ta’at pada agama.

do'a

do’a.com

Romadhon pun tiba dan aku masih belum bisa berubah, hari – hari yang kelam selalu aku jalani namun penuh rasa bersalah. Hingga tibalah di suatu malam aku bertengkar dengan temanku yang ikut denganku, karna suatu masalah, aku pun memilih pergi ketempat lain agar meghindari perengkara dan menenangkan diri. Hingga akhirnya temanku itu pulang, entah apa alasan pasti kenapa dia pulamg.
Dan dari siru aku mulai merasa bersalah, hingga hari – hari yang kelam itu aku jalani sendirian. Idul fitri akan segera tiba aku akan segera pulang, aku mulai banyak fikiran dan batinku berkecamuk. Aku ingin sekali masih bekerja di sana tapi aku jauh akan nilai – nilai agama, aku pun akhirnya memutuskan untuk tak kembali dan mencari kehidupan yang baru.
Aku pun memulai hidup baru, agar aku bisa dekat dengan Rabb-ku.

Leave a Reply