Kertas Usang Sebuah Kisah

Biografiku

still-life-851328_960_720

pixabay.com/en/still-life-school-retro-ink

Sembari duduk berfikir untuk mencari ide, alangkah lebih baiknya aku memperkenalkan siapakah aku sebenarnya, fik ghilad pabosi namaku, mungkin, terlintas dalam fikiran kawan semua , bahwa itu nama yang begitu aneh. Namun, di balik keanehan nama itu terkandung sebuah makna, yaitu berasal dari bahasa arab “ فك غلظyang artinya, “ada kekuatan di tubuhmu”.

Namun jika di artikan perkata فك artinya di dalam dirimu, sedangkan غلظ artinya keras, benci, garang. Mungkin kawan semua akan berfikir akan makna dari nama terakhir itu, “PABOSI” sebuah nama tanpa arti dan empunyai makna tersendiri, “PA” emPAt “BO” raBO/rabu “SI” Siang.

Aku lahir pada hari rabu,04 juni 1997. Terlahir menjadi anak ke tiga dari lima bersaudara,walaupun kami dari orangtua yang sama tapi kami mempunyai sifat keperibadian yang jauh berbeda, kakak perempuanku menjadi sosok yang tangguh, sabra, baik hati,cerdas dan sedikit pemarah. Sedangkan kakak laki-lakiku orang yang tangguh, pemberani, penuh percaya diri, dan semangat, sedangkan sifatku hanya seorang pemalu, kereatif, sedikit pemarah , dan tahan banting.

Adikku yang pertama seorang yang sedikit percaya diri, mudah bergaul, penyabar, dan tak mudah putus asa, sedangkan adiku yang terakhir masih berumur 3 tahun jadi, aku belum mengetahui sifat aslinya.
Aku mempunyai banyak hobby, mulai dari berenang, membaca buku, memancing, dan aventure. Cita-citaku simple hanya satu sukses di dunia dan akhirat, tak lebih dari itu.

melihat sifat dan karakter saudara – saudaraku yang ku anggap lebuh dariku, aku berangan meskipun dengan segala kekuranganku, aku bisa seperti mereka. atau mungkin, lebih dari mereka, tapi itu semua akan menjadi motivasi dalam hidupku, agar aku lebih maju.

Masa TK Masa yang Penuh Warna

 

cr

crayon.com

Inilah hari pertamaku belajar di bangku sekolah, punya teman baru, kelas pertama kali, mengetahui hal yang baru, dan bermain bersama teman dan ibu guru sembari menuntut ilmu. Satu dua tiga hari ku jalani sekolah itu, seminggu dua minggu ku lalui, sebulan dua buan hingga setngah tahun, aku meminta tuk berhenti, lantaran sifatku yg pemalu, jarang bermain dengan teman, aku selalu menyendiri tak ingin bergabung, terkadang temanku yg menghampiriku, hingga aku mogok sekolah satu minggu dan meminta untuk sekolah ke sekolah dasar (SD).

Alasanya, aku bosan dan capek karna jarak rumah dan sekolah, bias di biang jauh. Terkadng aku selalu berjalan kaki untuk pergi ke sekolah, tapi kadang aku di antar pamanku yang kebetulan kantornya melewati tk ku berada. Sebut saja nama TK itu dengan TK Muhammadiyah 01.
Singkat cerita aku berhenti dari tk itu dan memutuskan untuk mendaftar di SD dekat rumahku kebetulan itu sudah masuk tahun baru pendidikan.

Masa SD yang Penuh Petualangan

 

mm

pulang sekolah.com

Inilah awal mula sifat pemalu ku hilang meskipun tak semua, di mulai pertemanan dengan teman sekelas dari kelas satu (1) SDN negri kondang jaya 2, meskipun sekolah yang sederhana tapi harum namanya, kelas satu SD menurutku kelas yang sangat istimewa semasa SD, karena guru yang masuk dan wali kelasnya pun baik hati semua, selalu ada canda, tawa, dan tangis setiap harinya.

Masih teringat dulu, aku merasa sangat bersalah, dulu aku pernah menendang kaki seorang teman siswi, hingga memar, tapi tidak ada yang tau kalau itu ulah ku, hingga akhirnya siswi itu keluar dari sekolah. Satu, dua, bulan ku lalui hingga masuklah ke satu tahun, tanda akan ada kenaikan kelas akan tiba. Tibalah kenaikan kelas itu, aku naik dengan peringkat ke lima (5).

Hingga akhirnya aku tak terasa sudah sekolah di SD selama 4 tahun, di sinilah aku mulai bangkit dan berperestasi, awalnya aku memiliki 4 saingan, tapi akhirnya aku bias menglahkan 3 orang saingan itu, dan saingan yang terakhir adalah teman sebangkuku yang tak bias aku kalahkan, hingga kami lulus dari SDN kondang jaya 2.

Karna prestasi yang aku miliki sedari kelas 4, maka aku ikut andil dalam berbagai lomba, mulai dari cerdas cermat, MIPA(matematika dan IPA), kegiatan pramuka hingga gerak jalan. Yang Alhamdulillah mendapatkan peringkat semua, meskipun bukan peringkat satu, waktu itu sekolah sederhana ku itu selalu mendapat piala dan piagam setiap tahunnya mulai dari kakak kelas yang mendapatkannya hingga kelas aku pun mendapatkannya.

Kelas empat telah berlalu kini kelas lima kelas yang penuh dengan kenakalan, daan itu puncak dari kenakalan anak SD. Aku pernah bolos sekolah, kabur lewat jendela,tidak masuk pelajaran, hingga menjaili teman perempuan. Tapi tetap prestasi selalu aku genggam, kelas terakhirpun tiba, kelas di masa ketobatan dan persahabatan yang begitu terasa.

Dan ini puncak dari kesuksesan prestasiku, lomba MIPA tingkat antar sekolah ku juarai dengan peringkat satu, tingkat kecamatan ku raih peringkat satu, tingkat kabu paten lalui dengan peringkat kedua, tapi tetap memuaskan, hingga ku tumbang di peringkat propinsi. Aku pun bersedih, tapi guruku menasehtiku agar jangan menangisi kegagalan, karna kegagalan adalah pembelajaran kita di masa yang akan dating.

Kupulang dengan tangan hampa dan kesedihan, tapi selalu ku ingat pesan guruku agar tidak menyesali kegagalan. Perpisahan pun tiba, tanda kelulusaan sudah tiba, sekolah menggelar acara yg lumayan besar dan mengundang seluruh wali murid, aku lulus dengan peringkat dua, namun sebelum kelulusan banyak acara yg harus aku lalui, sebagai ujian sekolah. Aku lulus dan ku teruskan sekolhku ke tingkat SMP.

Sekolah Agama (diniyyah) Sekolah yang Membosankan

 

mda-3

Madrasaah diniyyah awaliyyah

Ku mulai sekolah sore ini pada waktu kelas empat SD, aku belajar ilmu hadits, siroh, tauhid, bahasa arab, dan masih banyak lagi. Terkadang aku malas untuk pergi ke sekolah agama tapi aku tetap harus sekolah karna dulu aku mendengar bahwa sekolah tingkat SMP mewajbkan mempunyi ijazah diniyah (sekolah agama).

Dan ini juga adalah titah dari orangtua yang tak bias aku bantah, pernah wktu itu aku bolos sekolah diniyyah dan pergi ke sawah mencari ikan, setelah pulang aku di pergoki ibuku aku baru pulang dari sawah, awalmya ku kira d rumah taka ada siapa siapa, tapi ternyata ada ibuku. Hingga akhirnya aku di marahi habis-habisan.

Awalnya aku selalu happy di sana tapi akhirnya suasana itu tak ada karna kenakalan teman. Awalnya aku takut dan akhirnya perbuatan kesewenang-wenangan ini tak boleh di biarkan, akupun mulai melawan dan teman ku membantu. Hingga akhirnya teman ku yang sok jagoan dan nakal tak pernah terlihat lagi di sekolah. Mungkin jika dulu aku tetap diam dan tidak merespon perlakuan konyol itu aku tidak akan hidup senang di sekolah itu.

Pada waktu aku masih kelas dua diniyah, ibu guru menaikan aku ke kelas empat diniyah, karna alasan aku sebentar lagi akan lulus SD. Dan teman temanku yang lainpun sama,setelah setengah tahun akhirnya aku lulus dari SD dan diniyah. Akupun pergi sekolah ke luar daerah, bias di sebut luar kota tapi masih satu provinsi.

Leave a Reply