Jangan Menikah Hanya Karena Sudah Masuk Usianya, Karena Menikah Tidak Semudah Kelihatanya

Pertanyaan “kapan nikah? Sudah menjadi hantu yang siap menghantui kehidupan kita yang sudah masuk umur 20 ke atas. Perkara ini taka da habisnya selalu menjadi topik pembicaraan, dan rasanya manusia dan alam semesta sudah bersekongkol untuk membuat kamu merasa berdosa lantaran  sudah masuk usia namun tak kunjung menikah.

Padahal kita harus kembal merefleksi dan bertanya pada diri sendiri apa iya kita harus menikah lantaran sudah masuk usianya? Bukanya masih banyak hal yang penting yang harus di pertimbangkan  dan di fikirkan sampe matang? Pastinya nikah itu bukan wajib belajar, jadi menikah tanpa merasa di kejar-kejar usia.

“Menikah Bukan Sekedar Kebutuhan Atau Bisa Dibilang Untuk Mendapat Keturunan. Tapi Tolong Jangan Menikah Hanya Karena Alasan Paksaan”

Ada orang yang mereka bertemu dengan jodohnya lantaran memang sengaja di pertemukan karena mereka jodoh, tapi ada juga orang yang bertemu lantaran kebetulan keduanya sama-sama sendiri, sama-sama terusik sama ocehan orang sekitar yang akhirnya memutuskan bersama lantaran depresi.

Dan itulah yang terjadi di Indonesia, mereka sengaja membicarakan apapun tentang orang lain di belakang. Termasuk saat masyarakat berpandangann usianya sudah masuk, tapi tak kunjung ada tanda-tanda menuju sana. “ jangankan tanda-tanda colon aja gk ada”.

“Peduli Amat Sama Orang Lain. Iya sih Kita Hidup Bermasyarakat, Menikah Atau enggak hidup kita jalan terus kok!”

Ibu-Ibu merupakan makhluk yang suka ngerupi sambil ngoceh sana sini.

 “eh, pade tau gk anak kedua pak RT itu?

“Oh iya taulah, si winda itu kan? Umurnya padahal udah masuk kepala 3 tahun ini. Tapi gw heran kok kaga pernah keliatan jalan ama cowo ya?”

“iya ya. Padahal cantik. Kasiang banget kalo ampe jadi perawan tua.”

Kira-kira begitulah ilustrasinya, kurang kerjaan ya bu? Menikah bukan hal yang wajib melainkan sunnah, akan tetapi bisa wajib jika sedah mampu dalam hal apapun. Jadi meski ada atau tidaknya pernikahan kehidupan akan terus berjalan bu. Bukanya mengajari untuk tidak peduli dengan ikatan pernikahan, tapi kan jau lebih kasian jika pernikahanya cuman gara-gara kepaksa, terpengaruh ocehan orang, depresi dan akhirnya menikah tanpa cinta. Lebih baik jangan deh.

“Karena Menikah Bukan Wajib Belajar, Marena Merasa Terkejar Siapapun yang Datang Langsung di Hajar”

Pada usia 19-21 merupakan tahap seseorang bilang “Gw Siapa?”, umur 22 – 24 dia bilang “lu siapa?”, pada umur 25 – 30 bahkan lebih itu saatnya seseorang bilang “sama siapa aja lah” dan pada masa yang ini merupakan masa seseorang pasrah dan terpengaruh orang lain dan hasilnya dia menikah tanpa ada rasa cinta.

“Menikah Itu Karena Siap Dan Mantap, Jadi Jangan Sampai Menjadi Rumah Tangga yang Gagap”

Sudahkah kamu mempersiapkannya? Sudahkah kamu mempelajarinya? Seberapa besar persiapanya? Ini semua merupakan pertanyaan yang harus kamu tanyakan sebelum melakukan ikatan pernikahan, sebab menikah bukantentang siapa cepat. Tetap yakin pada Allah, jangan tergesa gesa sebab Allah sudah meniapkan jodoh dan waktu untuk kamu menikah.

“Jangan Gegabah dan Beralasa Ibadah. Percuma Tampan, Punya Jabatan, dan Mapan Tapi Tidak Pernah Merasa Nyaman”

Ibadah sih Ibadah, sekaligus menghindar dari zina, tapi itu bukan satu-satunya alasan buat buru buru melaksanakan pernikahan. Yang ada jangan gegabah, harus banyak pertimbangan dan pemikiran yang matang karena ini ikatan untuk kehidupan kamu kedepan. Percuma merki mapan, tampan dan punya jabatan kalau kamu tidak pernah merasa kenyamana.

“Menunda Pernikahan Bukan Berati Eenggak Ada Kemajuan”

Nikah bukan sekedar formalitas kehidupan karena pernikahan merupakan ikatan perjanjian. Pernikahan bukan cuman iku ikutan atau panas dengan ocehan orang sebab pernikahan adalah masa depan yang merupakan tanggung jawab yang harus dijaga. Jadi jangan tergesah gesah untuk menikah dan yang perlu kamu lakukan adalah mempersiapkan.

Mari persiapan dan fikirkan secara matang, jangan peduli kata orang, agar masa depan terselamatkan.

Leave a Reply