PUSING PALA KURING

MAGETAN MARKET

 

pasar

market.com

Siang yang terik ditemani angin yang bertiup sepoi – sepoi, aku keluar untuk membeli mouse bersama salah seorang teman di pondok sintesa, Mas Shidiq namanya.

Aku dan dia pergi ke pasar magetan yang jaraknya lumayan jauh, butuh waktu 15 menit mengendarai motor dengan keceatan 60 km/jam. Gas motorpun di tarik seketika kami melesat dengan cepat hingga tak terlihat.

Pandanganku fokus ke handphone yang aku pegang, karena kami tidak tahu arah dan jalan, Sedangkan mas shidiq terus menyetir motor dengan kencang dan cekatan. Sesekali mas shidiq menanyaiku “ghilad.. bener gak jalannya..??” Tanya dia, “bener mas …. Santai aja” aku menjawab. Setiap ada belokan dia menanyaiku, tapi kali ini aku tanpa di Tanya langsung memberitahukan arah.

Alun- alun magetan, iya alun – alun mgeta kami sudah tiba di sana, setelah kami lalui jalan yang tak sulit. Kami pun berhenti di sebuah pasar baru magetan, kami mulai memburu toko aksesoris komputer . pasar baru kami kelilingi, tapi kami tidak menemukan barang yang aku cari, kami memutuskan untuk mencari di tempat lain.

Kamipun betanya ke tukang parkir “mas … numpang tanya, tempa jualan aksesoris komputer di mana ya??” Tanya mas shidiq, “ooh.. mmm… “ sambil mengingat – ingat “di sana di sebelah BCA nanti ada toko.. di situ tepatnya” tukang parkir menunjuk sambil menjelaskan , “ohh makasih mas” kami berterimakash dan menuju ke sana.

 

MOUSE MISTERIUS

mouseonmouse

mouse.com

Kami menghampiri toko yang di tunjukan tukang parkir, ketika kami lihat ternyata itu toko elektronik , kamipuntertawa dan melanjutkan pencarian. Di perjalanan mas shidiq selalu bertanya kemana dan kemana, tapi aku selalu menjawab tidak tahu, karena memamg kami sama – sama tidak tahu .

Akhirnya kami menepi di jalan dan bertanya kepada seseorang, “ mas tempat jualan aksesoris komputer di mana ya..?? aku bertanya ke seseorang, “pak.. tempat aksesoris… oh disana de…”menjelaskan liku – liku jalan , “ oh makasih pak..” aku mangut – mangut walau sedikit yang aku fahami.

Kami terus mencari dengan sedikit panduan dari bapak yang kami tanyai tadi. Setelah kami menelusuri jalan tak satupun yang kami temukan. Kami mencoba untuk menelusuri jalan yang kedua kalinya dan beranya ke orang yang berbeda tapi hasilya nihil.

Akhirnya kami sedikit menyerah dan pergi untuk membeli bensin di SPBU, setelah mengisi kami sedikit berdiskusi dan mencoba untuk mencari kembali, awalnya kami ke alun – alun tapi tidak ada satupun toko aksesoris komputer. Kami berbalik arah dan menuju tempat tadi , laru bertanya kembali sambil sedikit pesimis.

pes

brighterlife.co.id

Jam sudah menunjukan jam dua lebih, tapi apa yang kami cari belum kami dapat. Kami memutuskan untuk mencari dan menelusuri jalan dan bertanya, tapi selalu gagal . keadaan selalu begitu dan kami mulai pesimis, lalu kami ertanya kepada seorang tukang parkir, “mas tempat jualan aksesoris komputer di mana yah??” lalu dia menjawab sambil sedikit mengingat – ingat “aksesoris komputer….” Hening sebentar , “ Owhh dari sini belok ke kanan nanti ada lampu merah.. lurus aja nanti seratus meter dari lampu merah ada toko namanya toko hindi di kanan jalan di barat SMP 3 magetan” jelas orang tadi.

Untuk kali ini kami kurang bersemangat dan tak yakin, tapi tetap kami coba namun tak kulihat sebuah toko yang bertuliskan toko hindy, lalu kami bertanya keseorang di pinggir jalan, “ mas toko hindy mana yah??” tanyaku, “itu loh mas kanan kiri jalan ada… “ aku sedikit bingung “ itu loh mas di kiri jalan ada mobil putih parkir… toko hindy itu… depannya juga sama yang di sebrang jalan “ jelas mas itu.

Kami menghampiri toko itu dan ternyata benar, aku beli sebuah mouse dan aku tanyakan harganya, awalnya kami mendengar delapan puluh ribu, karna ku tak yakin, aku Tanya kembali tapi yang ku dengar masih delapan puluh ribu, karena suara embak itu terlalu kecil dan kurang jelas, aku keluarkan uang seratus ribu dan aku kasihkan “ ini mbak..” sambil menyodorkan uang, “ada uang pas gk..??” Tanya embak itu, akupun mulai heran dan bertanya lagi “emang berapa gitu mbak???” tanyaku keheranan, “delapan belas ribu mas..” jawab dia, kali ini suaranya keluar dengan jelas.

Seketika kami tersenyum dan tertawa kecil, lalu aku bayar dan pulang dengan hati lega dan perut lapar. Gara gara hanya mencari “mouse misterius” kami lupa akan semua.

Leave a Reply