Contoh-contoh Tembang Macapat Beserta Penjelasanya

Apa Itu Tembang Macapat?

Tembang Macapat– tembang macapat adalah salah satu lagu (tembang) dari daerah Jawa yang paling populer di Jawa. Tembang macapat juga merupakan sebuah puisi tradisionaldari jawa yang mengkisahkan akan tahap-tahap dari kehidupan manusia.

Didalam tembang macapat ini digambarkan tentang kehidupan manusia yang dimulai dari lahir, masa kanak-kanak manusia, ketika dewasa, hingga meninggalnya manusia dan itu semua di ceritakan dalam tembang macapat.

Sebutan lain dari tembang macapat sendiri adalah tembang cilik atau tembang kecil. Tembang macapat sendiri memiliki banyak jenis dan pada setiap jenis tembang macapat mempunyai karakteristik yang berbeda. Dan diantara ciri-ciri karakteristinknga tersebut adalah Guru Lagu, Guru Gatra, dan Guru Wilangan atau Bilangan.

Pengertian Dari Guru Lagu, Guru Gatra, dan Guru Wilangan

  • Guru Lagu adalah persamaan bunyi pada akhir kata dalam sajak pada setiap baris.
  • Guru Grata yaitu manyak dari jumlah baris atau larik pada setiap satu bait.
  • Guru Wilang adalah jumlah wanda atau suku kata dalam setiap barisnya (larik).

Dengan aturan yang ada berupa Guru Lagu, Guru Gatra, dan Guru Wilangan, maka tembang macapat ini dibedakan kedalam 11 jenis tembang yang ada.

Untuk mempermudah memahami dan membedakan Guru Lagu, Guru Gatra, dan Guru Wilangan yang ada pada tembang-tembang macapat, alangkah lebih baiknya jika kita membuat table seperti pada gambar dibawah ini:

Tabel Tembang Macapat

pabosi.net

Sejarah Adanya Tembang Macapat

Sejarah tembang macapat secara umum diperkirakan telah muncul pada saat masa-masa terakhir kerajaan Majapahit atau pada awal dimulainya pengaruh dari Walisanga (Sembilan (9) wali). Akan tetapi hal ini boleh dikatakan hanya untuk situasi di Jawa Tengah saja, sebab di daerah Jawa Timur dan juga Bali tembang macapat telah dikenal pada saat islam belum masuk ke sana.

Pendapat ini berdasarkan adanya sebuah contoh teks dari Jawa Timur atau Bali yang sudah dikenal dengan judul Kidung Ranggalawe yang sudah ditulis sejak tahun 1334 masehi. Namun pada sisi lain kejadian ini dikaitkan sebab karya ini hanya dikenal pada versi yang baru dan seluruhnya teks dimuat berasal dari Bali.

Sementara untuk usia tembang macapat ini, mana yang lebih tua dibandingkan dengan kakawih. Disini ada dua pendapat yang menyebutkan bahwa pendapat yang pertama yang di kemukakan oleh seorang pakar yang bernama Prijohoetomo mengatakan bahwa kakawihlah yang lebih dulu muncul sebelum tembang macapat dan tembang macapat sendiri adalahturunan dari kakawih yang diperantarakan pada Tembang Gedhe.

Sedangkan pendapat yang kedua menyangkal pendapat yang pertama. Zoetmulder dan Poerbatjaraka berpendapat bahwa tembang macapat ini merupakan metrum puisi jawa asli lebih tua usianya disbandingkan dengan kakawih sendiri, dan itulah pendapat dua pakar yang menyakal pendapat dari Prijohoetomo.

Jenis-jenis Tembang Macapat Penjelasan dan Contohnya Lengkap Dengan Guru Lagu, Guru Gatra, dan Guru Wilangan

Berdasarkan yang sudah dijelaskan pada awal pembahasan, bahwa tembang macapat ini dibedakan menjadi 11 jenis yang dilihat dari Guru Lagu, Guru Gatra, dan Guru Wilangan. Berikut ini adalah pembagian tembang macapat beserta contoh yang sudah dilengkapi dengan Guru Lagu, Guru Gatra, dan Guru Wilangan:

 

Leave a Reply